[Fanfiction] I’m With You | FanHan/KrisHan/KrisLu

Image

Fanfiction

Tittle               : I’m With You

Author            : Ranifa Billy

Cast                : Luhan, Wu Yifan

Pairing           : KrisHan/KrisLu/FanHan

Genre             : Romance

Type               : Drabble, songfic (Avril Lavigne – I’m With You)

Warning         : Gaje, shounen-ai

Summary        : When Luhan miss his Yifan 😀

A/N                : Yang kucetak miring dan rata tengah adalah lirik lagunya. Sedangkan, yang tercetak miring dan rata kiri adalah kata hati Luhan dan memo.

~~~

Luhan sedang membereskan barang-barang lamanya yang tampak menumpuk di sudut kamarnya, ketika dia menemukan sebuah buku dengan sampul berwarna cokelat tua. Luhan menatap buku itu lama, sebelum akhirnya menemukan sebuah gembok kecil di sisi buku tersebut. Luhan ingat sekarang. Dengan segera diambil ponselnya yang tergeletak di lantai dekat tempat tidur. Diamatinya kunci kecil yang menjadi gantungan ponselnya. Dia mengangguk mantap, yakin bahwa kunci itu bisa membuka gembok kecil pada buku tersebut. Tanpa menunggu lama, dia segera membuka gembok itu.

Halaman pertama buku itu menunjukkan sebuah tulisan tangan dalam bahasa Mandarin yang dia yakini sebagai tulisannya. Di bawahnya terdapat tulisan tangan dengan bahasa Inggris yang merupakan terjemahan dari tulisannya.

I’m With You

Luhan mengelus tulisan itu. Hanya dengan membaca sebaris tulisan itu, Luhan merasa matanya mulai basah. Luhan segera membalik ke halaman berikutnya. Terdapat beberapa foto dan tulisan kecil di bawahnya. Luhan tersenyum kecil mengingat momen-momen itu. Luhan masih bernostalgia dengan buku itu sampai dia tidak menyadari bahwa air mata sudah membasahi kedua pipinya.

“Aku merindukanmu,” gumamnya.

Sampai di halaman terakhir buku itu, Luhan menemukan sebuah memo. Ingatan tentang memo itu masih terpahat dengan jelas di otaknya. Sebuah memo yang ditulis oleh orang yang dicintainya.

Aku ingin bertemu denganmu.

~~~

I’m Standing on a bridge
I’m waiting’ in the dark
I thought that you’d be here by now

Luhan menatap aliran air sungai di bawahnya dengan tatapan kosong. Langit tampak sangat gelap, sepertinya mendung. Namun, Luhan sudah siap dengan mantel tebalnya, jika sewaktu-waktu hujan. Setelah tadi sore dia menemukan buku kenangannya, dia memutuskan untuk pergi ke sini. Luhan tengah berdiri di sebuah jembatan. Pikirannya melayang-layang ke masa lalu. Tanpa dia sadari, air mata kembali meluncur dengan mulus ke pipinya.

“Dia tidak datang.”

There’s nothing but the rain
No footsteps on the ground
I’m listening but there’s no sound

Luhan kembali ke alam sadarnya ketika mendengar suara gemuruh dari langit. Luhan menengadah menatap langit yang gelap. Tak lama, setetes air jatuh tepat di wajahnya, dan semakin deras. Luhan memejamkan matanya. Tempat ini cukup sepi. Dia hanya bisa mendengar deruan kendaraan bermotor yang melintasi jalan raya, suara gemuruh, suara aliran air sungai, dan suara hujan. Luhan sendirian. Luhan masih menengadah untuk menyamarkan air matanya dengan air hujan.

“Dia tidak datang.”

Isn’t anyone trying to find me?
Won’t somebody come take me home

Luhan mengeratkan mantelnya untuk menghilangkan rasa dingin yang mulai menusuk tubuh mungilnya. Bodohnya dia memakai mantel musim dingin dan bukan jas hujan. Dia sudah merasa tubuhnya basah kuyub karena hujan deras ini, dan dia tidak bisa menghentikan air matanya yang terus keluar.

“Apa kau akan datang?”

It’s a damn cold night
Trying to figure out this life
Wont you take me by the hand
take me somewhere new
I don’t know who you are
but I’m, I’m with you, I’m with you

Luhan sudah menggigil. Bibirnya yang semula berwarna peach, kini mulai membiru. Entah apa yang ada di pikirannya sekarang hingga membuatnya tidak beranjak mencari tempat teduh. Luhan mulai merasa kepalanya berat dan pusing. Apa dia akan jatuh setelah ini? Tidak adakah orang yang ingin mengantarnya pulang? Tapi siapa? Tempat itu semakin sepi.

“Apa kau akan datang?”

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya sebuah suara berat tepat di telinganya.

Kedua mata Luhan yang hampir menutup tiba-tiba melebar. Dia menoleh ke belakang untuk melihat pemilik suara berat itu. Kedua matanya semakin melebar ketika mendapati wajah tegas yang sangat dikenalinya. Luhan menggerakkan bibirnya, ingin mengucapkan sesuatu, namun tidak ada suara yang keluar.

Detik berikutnya, Luhan tersadar. Dia berada dalam pelukan orang yang ada di hadapannya. Orang itu, orang yang dicintainya, orang yang ditunggunya selama lima tahun terakhir.

“Yifan,” gumamnya.

“Aku di sini,” balas pria itu. “I’m with you, HanHan.”

Mendengar itu, air mata Luhan kembali menetes. Luhan menyandarkan kepalanya ke dada pria itu dengan mata terpejam.

“Aku merindukanmu.”

“I’ll take you home. I’m with you.”

END

 

A/N:

Omaigat! Aku bikin songfic lagi! Atau apa ini beneran drabble? Aku kangen daddy Wu dan mommy Lu~

Oke. Leave comment, haha~ Tengkyu!

Songfic ini pernah aku publish di funhoneygalaxy.wordpress.com

 

With Luv,

Ranifa Billy

Advertisements

One thought on “[Fanfiction] I’m With You | FanHan/KrisHan/KrisLu

  1. keren.. Feel ny dapeet 😭😭
    Tapi, terLalu cepet author?? Seru lagi klo di bikin chaptered.. Hehe tapi bukan songfic ya jadi nya.. 😅😅
    Pokokny Krishan menyatu disini.. Dan saya suka..saya suka 😍😍
    Lanjutkan author.. Hwaiting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s