[Fanfiction] Last Kiss | FanHan/KrisHan/KrisLu

(p.s. Fanfiction lama. Ditulis pada Juni 2014. Sebenernya, gak pengen di-post, tapi dari pada nganggur di draft. Lumayan, untuk tambahan koleksi fanfiction FanHan/KrisHan/KrisLu yang semakin jarang, keke~)

Title                : Last Kiss

Author            : Ranifa Billy

Cast                 : Luhan, Kris, EXO

Genre              : Romance, Comedy/Humor(?)

Rate                 : PG-15

Warning         : BL, shounen-ai, boyxboy

 

Part 1

Malam itu, keduabelas member EXO memilih bersantai di dorm mereka yang nyaman setelah menjalani aktivitas seharian ini. Beberapa member tampak masih menikmati makan malam di ruang makan, seperti Beagle Line—Baekhyun, Chen, Chanyeol. Beberapa member yang lain berada di ruang TV, yaitu: Luhan, D.O, dan Maknae Line—Tao, Kai, Sehun. Sisanya berada di dalam kamar masing-masing.

“Aku belum minum bubble tea hari ini,” ucap si maknae di tengah kekhusyu’an(?) mereka menonton drama. Namun, tidak ada yang menanggapinya. Sehun hanya sweatdrop dan kembali menikmati drama di TV.

“Jongin-ah, apa kau tidak mau mengambil sesuatu di kulkas untuk kita makan?” bisiknya—tak lama kemudian—pada Kai yang duduk di sampingnya.

Kai menatap Sehun ilfeel, “Sudah memanggilku hanya dengan nama saja, menyuruhku pula,” omelnya.

“Aish~ hyung! Aku tadi, kan, bertanya. Bukan menyuruhmu~” ucap Sehun dengan aegyo.

“Aegyo-mu tidak mempan untukku,” Kai beranjak dari duduknya. Sehun tersenyum lebar ketika hyung seumurannya itu bertanya, “Kau ingin apa?”

“Apa saja!” jawabnya dengan bersemangat.

“Dasar maknae!” dengan itu, Kai berjalan ke dapur untuk mengambil snack.

“Kau juga maknae~” Sehun menjulurkan lidahnya dan kembali fokus ke drama di TV.

Tak lama setelah itu, EXO de Duizhang, Kris keluar dari kamarnya dengan dandanan rapi(?)

“Luhan, let’s go on a date!” ucapnya begitu saja sambil berjalan menuju sofa.

Orang yang dimaksud diam sesaat sebelum menjawab, “Okay!” dengan mantap dan beranjak menuju kamarnya untuk berganti pakaian.

Kris duduk di sofa sambil memakai jam tangannya, saat D.O meminta sesuatu padanya, “Hyung, sepulangnya belikan aku jajangmyeon, ya~”

“Junmyeon ada di kamarnya,” ucap Kris asal.

“Jajangmyeon, hyung~” D.O menatap Kris dengan mata menyipit.

“Araseo, araseo.”

“Hyung, boleh aku ikut?” Sehun beranjak dari duduknya dan sekarang duduk di samping Kris.

No,” satu kata yang keluar dari bibir Kris itu membuat Sehun kecewa.

“Ah~ Wae~?” dia mulai menunjukkan aegyo-nya untuk menaklukkan Kris.

“Kau akan mengganggu nanti.”

“Aku tidak akan mengganggu. Aku akan mengajak Tao hyung juga,” Sehun kembali ber-aegyo. “Kau mau, kan, Tao hyung?” pertanyaan itu ditanggapi Tao dengan acungan jempol dan senyuman lebar.

“Kalau begitu, kau pergi saja dengan Tao. Tidak usah ikut aku,” ujar Kris seraya menyandarkan punggungnya ke sofa.

“Hyung~ kenapa kau seperti ini padaku~?” Sehun mengguncang-guncangkan tubuh Kris. “Aku janji tidak akan mengganggu kalian.”

“Kau ingin apa? Nanti aku belikan,” ucap Kris memberikan opsi lain.

“Aku ingin ikut denganmu, hyung,” jawab Sehun serius. “Aku akan mengajak Kai juga,” lanjutnya. Saat itu, Kai sudah kembali dari dapur dengan membawa beberapa snack dalam pelukannya.

“Kai, ayo kita pergi jalan-jalan! Kris hyung bilang, dia akan membelikan apapun yang kita minta,” Sehun mulai berkoar-koar.

“Yah! Aku tidak bilang begitu!” gerutu Kris. Merasa ucapannya barusan disalahgunakan oleh maknae-nya.

“Jinjja?!” Kai yang baru saja duduk kembali berdiri mendengar ucapan Sehun.

“Aku juga ikut!” seru Tao.

“Ayo kita segera berganti pakaian sebelum Kris hyung dan Luhan hyung meninggalkan kita!” seru Sehun dan dengan cepat Maknae Line itu masuk ke kamar masing-masing.

Kris hanya menghela napas pasrah dan berharap Luhan segera keluar dari kamarnya. Sedangkan, D.O hanya menahan tawanya. Benar saja. Tak lama Luhan keluar dari kamar dengan style casual-nya.

“Aku siap!” ucapnya.

Kris segera menariknya. Namun bersamaan dengan itu, ketiga maknae mereka keluar dari kamar masing-masing.

“Kami siap!” seru mereka bertiga kemudian berjalan keluar dorm terlebih dahulu meninggalkan Kris yang pasrah dan Luhan yang heran.

“Aku kira, kita pergi berdua,” ucap Luhan.

At the first,” Kris melangkah keluar dorm dengan malas.

Happy babbysit, hyungdeul!” seru D.O sambil menikmati snack yang dibawa Kai tadi. “Jangan lupa untuk menutup pintunya, Luhan hyung.”

Tanpa merespon ucapan D.O, Luhan segera menyusul Kris dan tak lupa menutup pintu seperti yang diminta pria bermata bulat itu.

~~~

Pemandangan malam kota Seoul sangatlah indah. Lampu-lampu jalan serta penerangan dari dalam toko dan bangunan-bangunan lain menghiasi malam.

Maknae line EXO berjalan sambil membicarakan apa saja yang mereka lihat. Saat seperti inilah, Tao mulai kepo kepada dua warga Seoul di sampingnya—Kai dan Sehun. Sementara, Kris dan Luhan berjalan berdampingan di belakang mereka. Luhan tampak menikmati acara jalan-jalan malam mereka dan mulai mengocehkan banyak hal. Berbeda dengan Luhan, Kris hanya diam sejak berangkat dari dorm tadi. Sepertinya dia juga tidak terlalu menyimak apa yang diocehkan Luhan.

“Ayo kita pergi,” suara Kris terdengar cukup jelas di telinga Luhan meskipun dalam volume yang kecil. Luhan menatap pria blasteran itu dengan tanda tanya di kepalanya.

“Apa maksudmu?”

Kris balas menatap Luhan, “Kita pergi berdua. Biarkan mereka bertiga jalan-jalan kemanapun mereka mau. Nanti kita tinggal menghubungi mereka untuk bertemu di restoran,” jelasnya. Meski terdengar agak egois, namun Kris tetap bertanggung jawab, kan?

Luhan tampak bimbang dengan ide yang disampaikan Kris dan berkata, “Idemu bagus. Tapi… Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada mereka?”

“Mereka sudah besar, Lu~”

Mendengar itu, Luhan menendang tulang kering Kris dengan ujung sepatunya, dengan pelan tentu saja.

“Kenapa kau menendangku~?” tanya Kris sambil mengusap-usap tulang keringnya.

“Ayo kita pergi!” tanpa merespon omelan dari Kris, Luhan langsung menarik lengan panjang pria itu.

~~~

“Aku ingin makan sesuatu~” gumam Tao seraya memegang perutnya yang mungkin berbunyi.

“Aku juga,” Kai melakukan hal yang sama seperti Tao.

“Aku ingin bubble tea~” Sehun menggigit jarinya.

“Ayo kita minta kedua orang dewasa itu membelikannya untuk kita?” usul Kai seraya menunjuk ke belakang mereka, dan ditanggapi dengan anggukan oleh dua maknae yang lain.

Mereka menoleh ke belakang dan tidak mendapati dua orang yang dimaksud. Otomatis mereka shock dan bingung.

“Yah! Bukankah tadi Kris hyung dan Luhan hyung berjalan di belakang kita?” tanya Kai memastikan.

“Lalu, dimana mereka?” tanya Tao.

“Apa kita berjalan terlalu cepat? Jadi, mereka tertinggal?” tanya Sehun.

Maknae line itu saling bertanya, namun tidak menemukan jawaban dari pertanyaan mereka.

Sayang sekali, Sehun-ah. Kau salah soal mereka tertinggal. Daddy dan Mommy kalian sedang berbelanja di sebuah distro.

~~~

Futuristic couple itu sedang sibuk memilih kaos, kemeja, dan apapun itu di sebuah distro yang cukup terkenal. Kris masih sibuk memilih di deretan kaos ketika Luhan memilih untuk duduk sebentar.

Luhan mengecek ponselnya yang sejak tadi bergetar. Empat panggilan tak terjawab yang semuanya dari sang maknae tersayang, Oh Sehun. Serta empat pesan masuk, masing-masing dua pesan dari Tao dan Kai dengan isi pesan yang hampir sama. Luhan menghela napas, merasa menyesal karena meninggalkan maknae line-nya. Tak lama, ponselnya bergetar lagi, satu pesan masuk dari Sehun.

“Hyung, kalian ada di mana? Apa kalian kebingungan mencari kami?”

Luhan berusaha menahan tawanya ketika membaca pesan itu. Dia tidak menyangka Sehun berpikiran bahwa merekalah yang meninggalkan dirinya dan Kris. Luhan baru akan membalas pesan itu ketika tiba-tiba Kris memanggilnya.

“HanHan, kemarilah!”

“Ada apa?” tanyanya setelah berada di samping Kris.

“Coba kaos yang ini dan yang ini,” ucap Kris setelah secara bergantian menempelkan dua kaos yang berbeda di tubuh Luhan.

“Oke,” Luhan menyimpan ponselnya di saku dan mengambil alih dua kaos tadi dari tangan Kris. “Di mana fitting room-nya?”

“Bertanyalah pada pegawainya,” jawab Kris yang kembali memilih-milih kaos.

Luhan mencibirnya dan tak lupa menendang betis Kris sebelum pergi menemui salah satu pegawai untuk menanyakan letak fitting room.

“Dia suka sekali menendangku,” gumam Kris dan kembali memilih kaos.

~~~

“Eii~ kenapa tidak ada salah satu dari mereka yang menjawab telepon atau membalas pesan, sih!?” gerutu Tao sambil menendang kerikil. Dia kesal karena merasa lapar.

Tidak satupun di antara mereka yang membawa dompet. Tapi untung saja Kai menemukan beberapa lembar won di dalam saku jaketnya. Itupun hanya cukup untuk membeli sebungkus tteobeokki dan susu kotak yang pas untuk mereka bertiga.

“Kau makanlah tteobeokki-nya dengan Kai, Tao hyung. Aku tidak lapar,” ucap Sehun setelah meneguk susu kotaknya.

“Mau kusuapi, hyung?” tawar Kai seraya menyodorkan tteobeokki yang ditusuknya.

Mau tidak mau, Tao melahap tteobeokki itu.

“Kita masih beruntung, hyung. Kai hyung membawa beberapa lembar uang. Kita masih bisa membeli tteobeokki dan susu kotak,” ujar Sehun, kembali meneguk susu kotaknya.

“Dia pikir, kita rakyat jelata?” pikir Tao dan Kai. Author tidak tahu kenapa mereka memikirkan kalimat yang sama, keke.

“Cepat selesaikan! Lalu kita cari Daddy dan Mommy!” seru Sehun penuh semangat ketika susu kotaknya sudah habis.

Tao dan Kai tidak mempedulikan Sehun dan terus melahap tteobeokki.

~~~

Luhan terperanjat ketika keluar dari fitting room langsung bertemu dengan tubuh tinggi Kris.

“Apa yang kau coba di dalam? Kenapa kau masih memakai pakaianmu?” tanya Kris.

“Aku sudah mencobanya di dalam,” jawab Luhan.

“Aku, kan, belum melihatnya. Coba lagi,” suruh Kris. “Coba yang ini juga,” dia memberikan kaos yang lain.

“Ish! Kenapa tidak bilang dari tadi? Kau itu merepotkan sekali!” gerutu Luhan dan kembali masuk ke fitting room.

Sedangkan, Kris duduk di kursi di depan fitting room. Tak lama, Luhan keluar dengan kaos pertama yang dipilih Kris.

“Bagaimana?” tanyanya.

“Bagus. Aku suka. Tapi aku tidak suka warnanya,” komentar Kris. “Bagaimana denganmu?”

“Aku tidak suka kaos ini,” jawab Luhan cepat.

“Kalau begitu, coba kaos yang lainnya,” suruh Kris. Luhan tidak menjawab dan kembali masuk ke fitting room. Tak lama, pria manis itu keluar dengan kaos kedua yang dipilih Kris.

“Kalau kau bertanya, apa aku menyukainya. Ya. Aku menyukainya,” ujar Luhan sebelum Kris sempat bertanya.

“Baguslah. Itu cocok untukmu,” timpal Kris.

“Tapi ini tipis, Yifan,” jelas Luhan, memasang wajah kecewa.

Kris beranjak dari duduknya dan menyentuh kaos itu, “Ya, memang agak tipis. Tapi tubuhmu cocok dengan kaos seperti ini,” ucapnya—memuji—disertai dengan cengiran bodoh.

“Sepertinya kau suka kutendang, Yifan,” ujar Luhan dengan senyum manisnya yang terlihat mengerikan di mata Kris.

Pria tampan itu tertawa kikuk, “Cobalah kaos yang satunya lagi.”

Dengan malas, Luhan kembali masuk fitting room dan keluar dengan kaos terakhir yang diberikan Kris tadi.

This is my style!” seru Kris ketika melihat Luhan keluar dari fitting room.

“Ya. Aku juga suka,” timpal Luhan.

“Bagus!” seru Kris lalu memanggil salah satu pegawai.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya pegawai itu dengan ramah.

“Apa ada ukuran yang lebih besar dari kaos ini?” tanyanya sambil menunjuk kaos yang dikenakan Luhan.

“Oh! Tunggu sebentar. Akan saya carikan dulu,” ucap pegawai itu kemudian meninggalkan Kris dan Luhan.

Luhan menatap Kris dengan tanda tanya, “Apa kau berniat membeli kaos couple denganku?” Entah kenapa dia langsung mengambil kesimpulan itu.

Kris balas menatapnya, “As you see,” jawabnya. “Tenanglah. Aku yang akan membayar.”

Mendengar itu, sebuah senyuman lebar terpahat bibir kissable Luhan. Dia senang bukan karena Kris yang akan membayar kaosnya. Melainkan karena pria itu membeli kaos couple untuk mereka berdua.

“Aku akan berganti dengan pakaianku,” ujarnya masih dengan senyuman lebar.

Kris hanya mengangguk dan memilih kembali duduk di sofa sambil menunggunya serta menunggu kaos pesanannya.

~~~

“Apa mungkin mereka pergi shopping?” tanya Tao ketika mereka memutuskan untuk mencari Kris dan Luhan.

“Eum~ mungkin saja,” timpal Kai.

“Sekarang aku lapar,” gumam Sehun.

“Itu bukan salahku,” ucap Tao dan Kai bersamaan.

“Kalian kejam~”

Ketiganya berjalan beriringan dengan malas. Keheningan menyelimuti mereka untuk beberapa saat sampai sebuah bola lampu muncul di atas kepala Kai.

“Hei, bagaimana dengan menjadi street dancer?” tanyanya.

“Hah?”

“Kita bertiga bisa menari seperti mereka dan mengumpulkan uang,” jelasnya sambil menunjuk sekelompok street dancer tak jauh dari tempat mereka. “Lalu kita bisa makan!”

“Shireo! Bagaimana kalau ada yang tahu? Bagaimana kalau nanti kita kena tegur perusahaan?” tolak si maknae dengan tegas.

“Sehun benar, Kai!” seru Tao. “Kalau aku, sih, lebih memilih kembali ke dorm.”

Kai hanya sweatdrop mendengar tanggapan dari kedua rekannya yang tidak sependapat dengannya.

“Araseo~” saat itu, kedua mata Kai menangkap dua sosok yang familiar.

“Yah! Bukankah itu Kris hyung dan Luhan hyung?” tanyanya sambil menujuk ke arah belakang Tao dan Sehun .

“Mana?” dengan serentak, Tao dan Sehun menoleh kebelakangnya. Agak sulit bagi keduanya menemukan sosok yang dimaksud Kai karena tempat itu ramai. Sampai akhirnya,

“Hyungdeul~~” seru Sehun lalu berlari menuju dua sosok yang menurutnya Kris dan Luhan. Tanpa berpikir lama, Tao dan Kai menyusulnya.

~~~

“Aku seperti mendengar suara Sehun,” gumam Luhan. Mereka baru keluar dari distro.

“Hah?” Kris menoleh ke belakang dan terkejut melihat tiga sosok yang sangat dikenalinya sedang berlari ke arahnya—ke arah mereka.

“Lari, Lu!” ucapnya seketika menarik lengan Luhan dan berlari secepatnya.

“Apa?!” Luhan yang kebingungan hanya mencoba menyesuaikan kecepatan berlarinya dengan kecepatan berlari Kris. Namun, karena berada di keramaian dan kewalahan dengan kecepatan berlari Kris, tangan Luhan terlepas dari genggaman pria itu.

“Yifan!” serunya dan kembali berlari dengan kecepatan normal. Dia melihat Kris berbelok ke sebuah gang kecil dan menyusulnya. Namun, setelah itu dia kebingungan mencari sosok Kris.

Sampai sebuah lengan panjang menarik lengan Luhan hingga wajahnya membentur sesuatu yang bidang dan hangat. Saat itu, dia dapat mencium aroma maskulin yang sangat dikenalinya dari sesuatu yang membentur wajahnya.

“Yifan?”

Hanya suara desisan yang di dengarnya. Luhan mendongak dan melihat sosok pria tampan yang tak lain adalah Kris yang sedang menempelkan jari telujuknya di bibir, menyuruhnya tidak berisik.

Why did you leave me?!” omel Luhan.

Kris menarik Luhan ke dalam pelukannya, “Sst~ sorry! I’ll never leave you anymore.”

Luhan merasa tenang setelah mendengar kalimat itu dan balas memeluk Kris. Gang itu penerangannya buruk. Jadi, dia tidak perlu khawatir jika ada fans yang melihat. Cukup lama mereka dalam keadaan itu sampai Kris melepas pelukannya untuk melihat keadaan sekitar.

“Aman,” batinnya. Dia memandang Luhan yang ternyata juga tengah memandangnya.

“Aku tidak bisa melihat wajahmu dengan jelas di sini, Yifan. Ayo kita pergi!” sebelum Luhan sempat beranjak, Kris menahannya.

“Tunggu. Ada yang ingin kuberikan padamu,” ucapnya pelan namun terdengar jelas di telinga Luhan karena jarak mereka yang sangat dekat.

Belum sempat Luhan mengatakan sepatah kata, dia dapat merasakan sesuatu yang lembut menyapu bibirnya. Pria manis itu melebarkan kedua mata rusanya ketika menyadari bahwa kini Kris tengah menciumnya.

Tak lama, Kris melepas pautan bibir mereka dan tersenyum. Dia mengusap bibir bawah Luhan yang ternyata agak basah. Mungkin karena ulahnya.

“A-apa… k-kau baru saja… me-men-cium-ku~?” tanya Luhan dengan tergagap.

Kris tertawa kecil mendengarnya, “Menurutmu?”

Luhan mendadak jadi kikuk dan hanya bisa menggaruk kepalanya yang jelas-jelas tidak gatal.

Want more?” tanya Kris seraya mengelus pipi mulus Luhan.

“Ee~ No!” ucap Luhan kemudian berbalik sehingga dirinya kini memunggungi Kris. Dia mencoba menenangkan debaran jantungnya yang tak karuan.

Tak lama, Luhan kembali berbalik menghadap Kris dan saat itu juga kedua tangannya menarik kerah kemeja Kris. “I mean, Yes!” dengan itu, Luhan mempertemukan kembali bibirnya dengan bibir Kris. Dia harus agak berjinjit untuk menyamankan posisi mereka. Kedua lengannya kini melingkar di leher Kris.

Sedangkan, Kris yang awalnya terkejut dengan keagresifan Luhan kini tersenyum dalam ciuman mereka. Kris membawa salah satu tangannya melingkari pinggang Luhan dan tangannya yang lain di belakang tengkuk Luhan untuk memperdalam ciuman mereka. Saat Kris akan menuju level yang agak tinggi, tiba-tiba Luhan melepas ciuman mereka dan membuatnya bingung.

“Tidak bisakah kau yang agak merunduk?” gerutu Luhan.

Kris kembali tertawa kecil mendengar ucapan Luhan yang terdengar lucu di telinganya. Tanpa menunggu lama, Kris agak merundukkan tubuhnya untuk menyamakan tingginya dengan Luhan dan kembali menyatukan bibir mereka.

Kali ini, ciuman mereka mulai panas(?). Author tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata karena authornya masih polos. /plak/

Mereka baru berhenti ketika Luhan mendorong dada Kris dengan paksa karena pasokan oksigen dalam paru-parunya sudah habis. Setelah menghirup oksigen dengan rakus, pria manis itu menendang kaki pria di depannya yang merupakan tersangka dari kasus ini. #abaikanenamkataterakhir

“Kenapa menendangku lagi?” gerutu Kris seraya mengusap-usap kakinya yang ditendang Luhan.

“Kau sangat rakus sampai tidak mengijinkanku untuk bernapas,” omel Luhan seraya membuang muka. Sebenarnya dia sedang menyembunyikan wajahnya yang sangat merah.

“Aku, kan, sedang melakukan CPR untukmu~” jawab Kris beralasan. Jari telunjuknya usil mencolek pipi Luhan yang masih merah.

Karena kesal, Luhan menggigit jari telunjuk Kris yang usil itu. “Ayo pergi! Anak-anak pasti kebingungan mencari kita.”

Kris tidak berani bicara lagi. Dia hanya mengikuti Luhan sambil mengemut jarinya yang tadi digigit pria manis itu.

~~~

Wajah ketiga maknae line EXO tampak sumringah. Di depan mereka kini telah terhidang menu makan malam yang sudah mereka pesan. Tanpa menunggu lama lagi, mereka segera mengisi kekosongan dalam lambung mereka.

Bagaimana mereka bisa berakhir di sana? Jangan berpikir, Tao dan Sehun menyetujui ide Kai untuk menjadi street dancer. Jadi, beberapa saat lalu ketika mereka kebingungan mencari dua sosok yang mereka anggap Kris dan Luhan, sebuah pesan masuk ke ponsel Sehun. Bagaikan oasis di padang savana(?), pesan itu dari Luhan yang meminta mereka untuk ke restoran di mana mereka sekarang berada dan menunggu dua kakak gadungannya (re: Kris dan Luhan).

“Siapa yang menyuruh kalian makan?” suara berat yang sangat familiar itu menginterupsi acara makan mereka. Dengan serentak ketiganya menoleh ke asal suara dan melihat seorang naga dan seorang rusa.

“Hai, hyung~” sapa Sehun pertama kali. Sedangkan, Tao dan Kai kembali meneruskan acara makan mereka yang sedikit terganggu.

“Duduklah! Kami sengaja memilih meja yang kursinya banyak,” ujar Sehun seraya menepuk kursi kosong di sebelahnya. (Author: Anggap posisi kursinya melingkar, ya~)

“Kami juga sudah memesan makanan untuk kalian,” lanjutnya ketika Kris dan Luhan mengambil tempat yang tersisa.

“Terima kasih, Sehun-ah~” ucap Luhan.

Sementara Kris, “Siapa orang yang akan membayar semua makanan ini?”

“Orang itu adalah kau, Yifan~” ucap Luhan seraya menyeringai. Diikuti dengan anggukan dari ketiga maknae-nya. Melihat itu, Kris hanya sweatdrop.

Selama makan, Sehun menceritakan bagaimana mereka bertiga kebingungan mencari Kris dan Luhan yang tiba-tiba menghilang. Luhan berusaha keras untuk tidak tertawa ketika maknae kesayangannya itu meminta maaf karena telah meninggalkan dirinya dan Kris.

“Hyung, sering-sering seperti ini. Kau akan mendapatkan pahala, keke,” ucap Kai ketika mereka berlima baru saja keluar dari restoran.

“Iya. Kalian senang, aku bangkrut,” gerutu Kris yang ditanggapi dengan tawa keempat membernya. Melihat membernya tertawa seperti itu membuat Kris menarik ujung bibirnya membentuk senyuman tipis.

“Aku akan merindukan saat seperti ini,” batinnya.

_Part 1 end_

A/N:

Part 1 selesai. Ada yang mau meneruskan? -_- Saya sedang kehilangan feel menulis cerita. T.T

Silahkan menulis sesuatu di kolom komentar. Saya sangat menghargai bagaimanapun bentuk komentar reader-nim. Terima kasih sudah bersedia membaca karya saya. Salam KHS! 😀

Advertisements

7 thoughts on “[Fanfiction] Last Kiss | FanHan/KrisHan/KrisLu

  1. Aaaaahh, aku suka sekali story ini, please di lanjut ya,,, di tunggu..,

    Plaese min itu adegan ciuman kenapa harus di cut, kudu di perjelas kwkwkkwk,

    Line maknae di awal udah ganggu banget, goe pikir bakal gagal pacaranannya ternyata kagak, oke bangt ini authornya ~

    Di lanjut daaah, itu Kris mulai mau kabur tuh, heheh…

  2. suka bgt ama ceritanya ^^
    sederhana tp so sweet. hehehe
    suka jg ma interaksi maknae line plus daddy mommy’nya(krishan)
    bikin lg ya thor! semangat!!!

  3. Thank you all~ ^^
    Aku kira gak bakal ada yang kasih komentar. Aku terharu~ 😀
    Ini fanfic sudah 18 bulan yang lalu. Beneran gak pengen di-posting sebenernya.
    Untuk kelanjutannya, mungkin bisa kupertimbangkan dulu. Soalnya, feeling menghilang.
    Sekali lagi, terima kasih kalian~ ^^
    Peluk Cium dari Daddy Wu dan Mommy Lu *heart*

  4. Keren keren ih seneng banget liat KrisHan ciuman hadoh kayaknya ucapkan terakhir Kris ambigu O.o

    Tuh maknae line lucu yak ,ampun dah
    Gua telat baca nih ff ,sumpah keren ceritanya gak berat juga ,good job author-nim ^o^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s